Minggu, 01 Januari 2012

Hardisk




Harddisk merupakan storage atau bisa kita bilang hardware yang berfungsi sebagai media penyimpanan data , pertama kali kita membeli harddisk , harddisk tersebut belum bisa langsung kita gunakan , kita perlu melakukan format atau partisi pada harddisk tersebut , tetapi emang ada kalanya pada beberapa toko komputer yg skrg langsung mempartisi harddisk tersebut sehingga dapat digunakan langsung oleh pembeli harddisk dikarenakan banyakna orang awam yg belum mengerti mengenai “Partisi” ini dan langsung melakukan Judge bahwa harddisk tersebut rusak dan tidak dapat digunakan .
Banyak Hal yang berhubungan dengan harddisk seperti buffer , cache , kecepatan baca ( RPM ) , kapasitas , jenis transfer data harddisk ( IDE / ATA / SATA / SATA II  ) ,  Merk Harddisk (Brand ) , paging , allocation , segmentasi , dan yang paling penting adalah “PARTISI”. saya tidak akan menjelaskan secara detail mengenai keseluruhan data di atas , tetapi saya akan memberi masukan sedikit bagi mungkin yg ingin membeli harddisk .
Partisi ( ini yg paling penting ) : Partisi sama saja dengan membagi ruang memori pada harddisk , tidak ada patokan / batasan tertentu dalam melakukan partisi pada sebuah harddisk , contoh saja pada harddisk saya WDC SATAII 320GB , saya melakukan beberapa rincian partisi seperti berikut :
Partisi I >  Berisi Windows XP dengan Size 100 GB
Partisi II > Berisi Windows Vista dengan Size 60 GB
Partisi III > Berisi Linux 9.04 dengan Size 50 GB
Paritisi IV > Sisa dari harddisk di atas berisi data yaitu 320 ( Size Full HARDDISK ) – ( 100 + 60 + 50 ) ,
Sekedar Catatan : harddisk 320 Giga tidak akan berukuran murni 320 Giga tapi mungkin hanya sekitar 300 Giga , saya beri petunjuk saja 1 MB = 1024 KB ^^ ( Loh kok di kasi petunjuk ini apa maksudnya nich ???? hehehe , coba lakuin Konversi dari ukuran GB ke MB ke KB dan temukan hasilnya , ayo2 googling ajah kalo bingung hehehehe )
apa yang perlu anda ketahui mengenai partisi ??? Patut di ketahui bahwa 1 harddisk maksimal memiliki 4 Partisi.
4 partisi ini pada windows akan berlabelkan :   C:/     ,       D:/       ,      E:/    ,     F:/
4 partisini pada linux akan berlabelkan :  hda , hdb , hdc , hdd
Tentukan Jenis Partisi berdasarkan Windows Yang kita pakai seperti berikut :
Windows 95 = FAT 16
Windowa 97 & 98 atau 98SE = FAT16 & FAT32
Windows 2000 & XP = FAT32 & NTFS
Linux = Ext2 atau Ext3
Perlu diketahui juga bahwa jenis partisi di atas memiliki batasan pada size harddisk yang di deteksi :
FAT16 = maksimal harddisk 2 GB
FAT32 = seluruh harddisk 850 MB ke atas.
NTFS = maksimal harddisk di atas 1 TeraByte
banyak tools yang dapat digunakan untuk melakukan partisi pada harddisk seperti menggunakan Power Quest Partition Magic , Norton Partition Magic . Raxco Partition Magic , Partition Commander , FDISK , dan masih banyak lagi tools lainnya , berikut contoh menggunakan Power Quest Partition Magic 8 :
http://files.softpicks.net/images/200029.png
agar lebih jelas akan saya uraikan lagi lebih detail seperti berikut :
FAT 12
Fat 12 merupakan FAT pertama kali yang digunakan dalam sistem operasi DOS pada PC IBM (1981). FAT ini menggunakan pengalokasian tabel file sebesar 12 bit, sehingga sering disebut FAT 12. Kapasitas maksimal yang terformat oleh FAT 12 adalah 4.086 Cluster, sehingga FAT ini cocok untuk harddisk berkapasitas kecil.
FAT 16
FAT 16 merupakan pengembangan dari FAT 12 yang digunakan pada sistem operasi Windows 95 versi pertama (1990). FAT ini menggunakan pengalokasian tabel file sebesar 16 bit. Kapasitas maksimal yang terformat adalah 65.526 cluster. Dan biasanya menangani harddisk kapasitas 16 MB-2.048 GB.
FAT 32
FAT 32 muncul karena FAT 12 dan 16 tidak mampu lagi mengelola harddisk berkapasitas besar. FAT ini mendukung sistem operasi windows 95C dan seterusnya. FAT ini menggunakan 28 bit cluster sedangkan 4 bitnya digumakan untuk cadangan/reserved.
NTFS ( New Technology File System)
NTFS umumnya digunakan pada sistem operasi windows NT dan keturunannya. Dibandingkan dengan sistem FAT, NTFS jauh lebih efektif dan aman dalam pengelolaan file, karena file-file NTFS dapat dienskripsi.
HPFS (High Performance File System)
HPFS digunakan pada sistem operasi OS/2 (buatan IBM). HPFS mampu membaca data lebih cepat dibandingkan sistem FAT.
VFAT
VFAT dan FAT berbeda, perbedaannya adalah kemampuan dalam mendukung penamaan file yang panjang, perbaikan performansi sistem operasi, dan kemampuan manajemen data yang baik.
Untuk menyesuaikan penggunaan file sistem dan sistem operasi dapat anda lihat pada tabel berikut ini :
File System Sistem Operasi
FAT 12 DOS versi 1.X dan 2.X
FAT 12 dan FAT 16 DOS versi 3.X-6.X dan Windows 3.X
FAT 12, 16 dan VFAT DOS versi 7 dan Windows 95A
FAT 12, 16, 32 VFAT DOS versi 7.1 dan Windows 95B/C
FAT 32 Windows 95B/C, Win98, ME, 2000 dan XP
NTFS Windows NT, 2000, 2003, dan XP
HPFS OS/2, Windows NT versi lama
EXT2, EXT3, Linux Swap Linux
BeOS BeOS  :)
Perlu diingat juga bahwa harddisk memiliki 3  Tipe Partisi ( jgn rancu mengenai  Tipe &  Jenis ) :
1. Partisi Primary
Partisi primary merupakan partisi utama pada harddisk yang memuat sejumlah file data. Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai partisi yang pertama kali diakses komputer untuk booting.
2. Partisi Extended
Partisi extended juga merupakan partisi utama pada harddisk. Partisi extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi extended tidak menangani pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakan nya kita harus menciptakan partisi logical terlebih dahulu.
3. Partisi Logical
Partisi logical merupakan partisi sampingan yang terdapat partisi extended. Partisi logical mampu menampung berbagai macam file data.
Recovery File
Kita dapat melakukan Recovery pada file yang terhapus dengan menggunakan berbagai macam software , tapi software favorit saya adalah GetDataBack yang saat ini susah mencapai versi 4.00 , sungguh mudah menggunakan software ini hanya di perlukan kesabaran dalam  menunggu file recovery karena membutuhkan waktu yang lumayan lama tetapi yg terpenting adalah hasilnya , terakhir saya mencoba tingkat recovery file saya yg terhapus balik hingga mencapai 80% dari data yang hilang

0 komentar:

Poskan Komentar